Mohon tunggu sebentar
Program Kerja KKN

Inovasi Budidaya Maggot di Desa Lekopancing Solusi Pakan Ikan Efisien

Kegiatan: 23 Jan 2026
Admin Desa
Inovasi Budidaya Maggot di Desa Lekopancing Solusi Pakan Ikan Efisien

Dalam upaya mendorong kemandirian sektor perikanan desa, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Maggrow: Gerakan Budidaya Maggot untuk Efisiensi Pakan dalam Usaha Perikanan". Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (23/01) ini berlokasi di Rumah Empang Ininnawa, Dusun Baku, Desa Lekopancing, Kecamatan Tanralili

Optimalisasi Potensi Lokal Dusun Baku

Pemilihan Dusun Baku sebagai pusat kegiatan didasari oleh profil demografis masyarakat setempat yang mayoritas berprofesi sebagai pembudidaya ikan dan pemilik empang. Program Maggrow dirancang secara spesifik untuk menjawab tantangan riil yang dihadapi pembudidaya, yakni tingginya biaya pakan komersial yang kerap membebani biaya produksi.

Melalui program ini, masyarakat diperkenalkan pada budidaya maggot (larva Black Soldier Fly) sebagai alternatif pakan yang tidak hanya efisien secara ekonomi, tetapi juga bernilai nutrisi tinggi dan ramah lingkungan.

Transformasi Limbah Menjadi Nutrisi Tinggi

Rangkaian acara dimulai dengan pemaparan materi komprehensif mengenai peran strategis maggot dalam ekosistem perikanan berkelanjutan. Adapun poin-poin utama yang disampaikan meliputi:

    • Kandungan Nutrisi: Maggot sebagai sumber protein hewani berkualitas tinggi untuk mempercepat pertumbuhan ikan.

    • Sirkulasi Ekonomi: Pemanfaatan limbah organik rumah tangga dan pasar sebagai media budidaya.

    • Kemandirian Pakan: Strategi menekan ketergantungan pada pakan pabrikan melalui produksi mandiri.

Edukasi Teknis dan Praktik Lapangan

Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan teknis menggunakan instalasi sederhana yang aplikatif untuk skala rumah tangga. Peserta mendapatkan bimbingan langsung mengenai tahapan budidaya, mulai dari penyiapan media, pemeliharaan larva, hingga teknik panen yang efektif. Dalam kesempatan tersebut, Rifda Afifah Andri, mahasiswa Perikanan Universitas Hasanuddin angkatan 2023, menekankan signifikansi inovasi ini.

"Budidaya maggot merupakan solusi cerdas untuk pakan ikan yang murah, mudah dilakukan, dan ramah lingkungan," ungkapnya di hadapan para peserta

Membangun Kemandirian Desa

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial belaka. Mahasiswa KKN Unhas menargetkan agar masyarakat Dusun Baku dapat mengadopsi teknologi budidaya maggot secara berkelanjutan dan mandiri.

Melalui implementasi Maggrow secara konsisten, Desa Lekopancing memiliki potensi besar untuk menciptakan inovasi unggulan dalam mendukung kemandirian pakan, meningkatkan produktivitas usaha perikanan, serta mewujudkan tata kelola lingkungan desa yang lebih bersih dan produktif.