Mahasiswa KKN Gel.115 UNHAS Laksanakan Program Kerja Budidaya Hidroponik dan Pembuatan Pupuk Organik dari Daun Bambu di Dusun Cendana, Desa Lekopancing
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui dua program kerja unggulan yang dilaksanakan pada Sabtu, 1 Februari 2026, pukul 09.00 WITA, bertempat di Desa Lekopancing, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam mendukung penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan berbasis masyarakat.
Program pertama yang dilaksanakan adalah program kerja individu berupa Budidaya Hidroponik yang dibawakan oleh Deswita Khairina Maharani. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan metode budidaya tanaman modern yang tidak memerlukan tanah, sehingga sangat cocok diterapkan di lingkungan dengan keterbatasan lahan. Melalui sistem hidroponik, masyarakat diajak untuk memanfaatkan pekarangan rumah, halaman, maupun ruang terbatas sebagai media bercocok tanam sayuran.
Dalam kegiatan tersebut, Deswita menyampaikan materi mengenai konsep dasar hidroponik, jenis tanaman yang sesuai untuk sistem ini, serta cara merakit instalasi hidroponik sederhana dengan bahan yang mudah diperoleh. Selain pemaparan teori, peserta juga diperlihatkan contoh langsung sistem hidroponik yang dapat digunakan untuk menanam berbagai jenis sayuran seperti selada, kangkung, dan sawi. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang berlangsung selama kegiatan.
Setelah pelaksanaan program individu, kegiatan dilanjutkan dengan program kerja kelompok berupa pembuatan pupuk organik dari daun bambu. Program ini bertujuan untuk memanfaatkan sumber daya alam lokal yang melimpah di Desa Lekopancing, khususnya daun bambu yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pengolahan daun bambu menjadi pupuk organik, masyarakat diperkenalkan pada metode pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dalam pelatihan ini, mahasiswa KKN menjelaskan tahapan pembuatan pupuk organik, mulai dari pengumpulan dan pencacahan daun bambu, proses fermentasi, hingga cara penggunaan pupuk pada tanaman. Pupuk organik yang dihasilkan diharapkan dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur media tanam, serta mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Kedua program kerja ini saling melengkapi, di mana budidaya hidroponik sebagai metode pertanian modern dipadukan dengan penggunaan pupuk organik sebagai solusi ramah lingkungan. Melalui sinergi kedua program tersebut, diharapkan masyarakat Desa Lekopancing dapat mengembangkan sistem pertanian yang lebih mandiri, efisien, dan berkelanjutan.
Mahasiswa KKN Gelombang 115 Universitas Hasanuddin berharap bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian dan lingkungan desa.
Berita Terbaru
Semua
Penyerahan Informasi Hukum Desa dalam Seminar Hasi...
Penyerahan dan Penayangan Video Profil Desa Lekopa...
Penyerahan Website Desa dalam Kegiatan Seminar Has...